banner

Jumat, 10 September, 2010

Aktivitas Kampus

Iklan

Informasi

You are here :

Renungan Hari Ini

Citta yang bening adalah citta yang awas dan tergugah; citta yangmengetahui sifat keberadaan dari realita. Ketika menghadapi masalah cobalah rileks, berusaha seheningmungkin. Ddengan demikian, secara otomatis kita akan dapat melihat realita dan memahami akar penyebab masalah.
article thumbnaiPelaksanaan OSMA STIAB Smaratungga Boyolali
29 August 2010
Pelaksanaan orientasi mahasiswa baru STIAB Smaratungga Boyolali di mulai tanggal 30 Agustus sampai dengan 3 September.
Tentang Kami
  • Tentang Kami   ( 4 Artikel )
     

    AJARAN mengenai tumimbal-lahir sangat erat hubungannya dengan Hukum Karma. Ajaran tumimbal-lahir dalam agama Buddha membuktikan adanya kehidupan makhluk yang berulang-ulang.

    Tumimbal-lahir (patisandhi/punabbhava) bukan berarti pemindahan atau penjelmaan. Dalam agama Buddha tidak dikenal pemindahan atau penjelmaan dari nama (bathin/jiwa) setelah seseorang meninggal dunia.

    Tetapi dikenal dengan istilah "penerusan" (patisandhi) dari nama, disebut Patisandhi-vinnana.

    Ketika seseorang akan meninggal dunia, kesadaran-ajal (cuti-citta) mendekati kepadaman dan didorong oleh kekuatan-kekuatan kamma. Kemudian, kesadaran-ajal (cuticitta) padam dan
     
     
    Perenungan 32 unsur tubuh :
    rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara)
    3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera 
     
    Perenungan 32 unsur tubuh :
    rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara)
    3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera 
     


    Kerjasama

    Perenungan 32 unsur tubuh :
    rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara)
    3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera 
     
     
    rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara)
    3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera 
     
     
     
    rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara)
    3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera 
     
     
     
     
     

Artikel