|
|
|
Tentang Kami
|
|
-
Tentang Kami
( 4 Artikel )
AJARAN mengenai tumimbal-lahir sangat erat hubungannya dengan Hukum Karma. Ajaran tumimbal-lahir dalam agama Buddha membuktikan adanya kehidupan makhluk yang berulang-ulang. Tumimbal-lahir (patisandhi/punabbhava) bukan berarti pemindahan atau penjelmaan. Dalam agama Buddha tidak dikenal pemindahan atau penjelmaan dari nama (bathin/jiwa) setelah seseorang meninggal dunia. Tetapi dikenal dengan istilah "penerusan" (patisandhi) dari nama, disebut Patisandhi-vinnana. Ketika seseorang akan meninggal dunia, kesadaran-ajal (cuti-citta) mendekati kepadaman dan didorong oleh kekuatan-kekuatan kamma. Kemudian, kesadaran-ajal (cuticitta) padam dan Perenungan 32 unsur tubuh : rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara) 3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera Perenungan 32 unsur tubuh : rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara) 3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera Kerjasama
Perenungan 32 unsur tubuh : rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara) 3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara) 3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot-otot, tulang-tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga badan, limpa kecil, paru-paru, usus, isi perut, lambung, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, lemak cair, ludah, ingus, minyak persendian, air kencing dan otak (Dvatimsakara) 3. Mempraktekan pengendalian diri terhadap enam landasan indera dengan mewaspadai secaraketat pintu-pintu dari enam landasan indera
|
|
|
|