banner

Senin, 06 September, 2010

Aktivitas Kampus

Iklan

Informasi

You are here :

Renungan Hari Ini

Jauh lebih penting untuk menghilangkan penyebab masalah daripada menghabiskan seluruh waktu untuk menangani gejalanya. Ini tidak menghilangkan masalah, namun hanya mengganti masalah yang satu dengan masalah yang lain.
article thumbnaiPelaksanaan OSMA STIAB Smaratungga Boyolali
29 August 2010
Pelaksanaan orientasi mahasiswa baru STIAB Smaratungga Boyolali di mulai tanggal 30 Agustus sampai dengan 3 September.
Sejarah Kampus
Berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha berawal dari permasalahan yang dihadapi oleh Dharmaduta Vihara Mahabodhi Semarang, pada saat itu mengalami kesulitan dalam pembinaan umat Buddha di Wilayah Jawa Tengah. Untuk mengantisipasi keterbatasan yang ada pengurus Vihara mengadakan pelatihan Dharmaduta, namun usaha tersebut mengalami hambatan.

Sebagai upayauntuk memenuhi kebutuhan akan dharmaduta, beberapa tokoh umat Buddha Vihara Maha Bodhi bersama dengan Majelis Buddhayana Propinsi Jawa Tengah mengambil inisiatif untuk mendirikan Perguruan Agama Buddha yaitu Pendidikan Guru Agama Buddha  “Smaratungga” di Ampel Boyolali. Kemudian dibentuklah Yayasan Sariputra Sadono sebagai badan pengelola Pendidikan Guru Agama Buddha (PGAB). Nama tersebut diambil dari nama tokoh agama Buddha di Jawa Tengah yaitu Romo Sariputra Sadono almarhum.
 
Pada mulanya kegitan pembelajaran diselenggarakan dirumah penduduk Dukuh Ngelo Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali selama tiga tahun. Rupanya merupakan angin segar bagi yayasan yang pada waktu itu mendapat kunjungan Y.M.

Bhante Ashin Jinarakkhitta selaku Maha Nayaka Sangha Agung Indonesia. Bhante Ashin Jinarakkhitta merasa gembira dan langsung memberi dukungan yang amat besar dengan memberikan sumbangan dana sebesar satu juta rupiah (Rp 1.000.000,-) untuk pembelian tanah seluas 600 meter persegi. Atas dukungan tersebut maka dimulailah pembangungan gedung Sekolah Pendidikan Guru Agama Buddha Smaratunga. Y.M. Maha Sthavira Ashin Jinarakkhitta secara bertahap memberikan dukungan secara moril maupun material hingga selesainya bangunan gedung Sekolah Pendidikan Guru Agama Buddha pada tahun 1985.

Pada Tanggal 2 Januari 1986 didirikan Crash Program Guru Agama Buddha Diploma Dua (D2) yang diikuti 18 mahasiswa sebagai cikal bakal Sekolah Tinggi Agama Buddha Smaratungga. Kemudian dirubah menjadi Akademi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Agama Buddha (AKIB) “Smaratungga”. Sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah No 30. 1989 tentang pendirian perguruan tinggi, maka dari AKIB diubah menjadi Institut Ilmu Agama Buddha  (IIAB) “Smaratungga” dengan Surat Keputusan Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha No. H/15/SK/1989 tanggal 27 Juli 1989, yang didahului dengan Surat ijin Penerimaan Mahasiswa Baru Program DII, DIII, dan S1 Guru Agama Buddha oleh Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan  Buddha No. H/TL-00/637/1988. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 Institut Ilmu Agama Buddha Smaratungga berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga dengan Surat Keputusan Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan  Buddha No. H/02/SK/2002 tanggal 2 Januari 2002.

Dalam rangka mewujudkan maksud dan tujuan yang mulia ini Y.M. Maha Sthavira Ashin Jinarakkhitta bersedia menjadi badan pendiri yayasan Buddhayana. Yayasan inilah yang sampai saat ini mengelola pendidikan tinggi Buddhis Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) “Smaratungga”. Beliau mencurahkan perhatian di bidang pendidikan Agama Buddha dan kepada lembaga pendidikan tinggi Agama Buddha sampai akhir hayat. Hal inilah yang memberikan dorongan semangat bagi generasi muda untuk tersus melanjutkan dan berpartisipasi dalam dunia pendidikan Buddhis sebagai upaya pengembangan agama Buddha pada masa depan.

Sejalan dengan cita-cita luhur Y.M. Maha Sthavira Ashin Jinarakkhitta yang terus berusaha memotivasi generasi muda Buddhis untuk dapat ikut serta berperan aktif dalam menyebarkan Buddha Dhamma. Melalui Lembaga pendidikan tinggi merupakan wujud nyata bahwa Beliau merupakan pelopori kebangkitan agama Buddha di Nusantara. Visi dan Misi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga adalah mendidik tenaga akademik dan profesional di bidang Agama Buddha.

Alumi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga yang kini terbesar di Indonesia telah mengabdikan diri sebagai Guru Agama Buddha, tenaga Dharmaduta, dan tenaga di Departemen Agama Republik Indonesia, serta diinstansi-instansi lain, baik pemerintah maupun swasta di seluruh Indonesia.

Sesuai dengan tuntutan perkembangan globalisasi, dan laju perkembangan masyarakat, serta perkembangan tehnologi yang semakin maju, maka para alumi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga tentunya membutuhkan pendidikan akademik dan profesional yang mantap serta lebih profesional dibidangnya. Untuk maksud dan tujuan tersebut maka dibutuhkan sarana dan prasarana pendukung berupa penambahan gedung tempat perkuliahan dan gedung Sekolah Laboratorium (Sekolah Tempat Praktek Mahasiswa). Sementara ini Sekolah Laboratorium masih mempergunakan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga. Pembangunan Sekolah Laboratorium ini akan dilengkapi dengan pembanguan asrama bagi para siswa dan mahasiswa.

Di Sekolah Laboratorium selain dipergunakan untuk pendidikan menengah, dipergunakan pula untuk program pelatihan Dharmaduta dan program Latih Diri Pabbaja Samanera dan Upasika Athangasila sementara setiap tahunnya serta Latihan Vipassana.

Besar harapan kami bantuan dan kerja sama para dermawan, bapak/ibu, dan saudara guna pengembangan cita-cita luhur tersebut Semoga budi baik (kusala karma) yang bapak/ibu/saudara perbuat akan memperoleh perlindungan dari Tri Ratna serta Para Boddhisatva Mahasatva. Semoga Semua Makluk Berbahagia.
 

Artikel